Mengangulangi Bencana

Jumat, 04 Januari 2019

Istilah-Istilah Dalam Olahraga Badminton

Istilah-Istilah Dalam Olahraga Badminton. Anda pecinta olahraga bulutangkis? Yuk kenali Istilah-istilah dalam alahraga Bulutangkis untuk menambah wawasan anda tentang dunia olahraga. Bulu tangkis adalah permainan yang memiliki berbagai aturan dan tekni-teknik dalam melakukannya. Di dalam bulu tangkis ada beberpa istilah-istilah yang mewakili aturan atau pun teknik-teknik dalam bulutangkis. Selengkapnya pelajari beberapa istilah dalam bulutangkis di bawah ini:

http://tutorialolahraga1.blogspot.com/2015/09/istilah-istilah-dalam-badminton.html

Istilah-Istilah Pukulan Dalam Bulu Tangkis:
• Backhand
Pukulan yang dilepaskan dengan posisi punggung tangan menghadap ke depan. bagi pemain yang b backhand dilakukan untuk mengembalikan bola yang mengarah ke sisi kiri tubuh..
 
• Deep Service
Servis tajam melambung ke arah sudut lapangan untuk memaksa pemain lawan mengembalikan bola dengan lob yang defensif dan mudah diserang
 
• Drive
Pukulan mendatar yang dilepaskan dengan posisi raket sejajar dengan kepala
 
• Dropshot
Pukulan mematikan yang dilepaskan dengan tenaga ringan sehingga bola menukik dalam gerakan mirip jatuh
 
• Footwork
Teknik gerakan kaki
 
• Forehand
Pukulan yang dilepaskan dengan posisi tangan wajar. kebalikan dari backhand
 
• Jumping Smash
Smash yang dilepaskna sambil melompat sehingga luncuran bila menukik. Senjata andalan Liem Swie King dan Heryanto Arbi.
 
• Lob
Pukulan keras yang menghasilkan bila melambung. bila bersifat ofensif, digunakan untuk menyudutkan lawan di sudut pojok lapangan. bila bersifat defensif, digunakan untuk memperbaiki posisi selagi lawan mengejar shuttlecock yang dipukul lob.
 
• Net Clear
Pukulan untuk mengakhiri permainan netting, dilakukan dengan memberikan bola lob jauh ke belakang pojok lapangan lawan.
 
• Net Drop
Bola diarahkan untk jatuh ke lapangan lawan tepat di dekat net. Biasanya digunakan untuk memulai permainan net.
 
• Overhead
Pukulan yang dilepaskan dengan posisi raket berada di atas kepala
 
• Service
Pukulan awal dari suatu pemain yang memulai satu sesi game untuk memperebutkan satu angka
 
• Smash
Pukulan mematikan yang dilepaskan dengan tenaga keras sehingga bola menukik dalam gerakan mengiris yang sangat tajam
 
• Netting
Pukulan yang dilakukan dekat dengan net dengan kekuatan yang lambat namun dapat menggagalkan pengembalian shuttlecock oleh lawan.
 
• Attacking Clear
Merupakan pukulan yang menyerang dan menyebabkan shuttle dapat melambung melampaui raket lawan dan jatuh di bagian belakang lapangannya.
 
• Deception
Adalah gerakan menipu lawan dengan cara mengubah arah dan kecepatan shuttlecock pada detik terakhir sebelum pukulan dilakukan.
 
• Defence
Merupakan posisi bertahan untuk mengembalikan serangan lawan.








Sumber: http://www.tutorialolahraga.com/2015/09/istilah-istilah-dalam-badminton.html

Sejarah Olahraga Renang


Renang telah dikenal sejah zaman pra-sejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Di Jepang, renang adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai.Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 sebelum Masehi.

Pertandingan renang yang memperebutkan gelar juara telah dimulai di Eropa sekitar tahun 1800 dan sebagian besar menggunakan gaya dada. Renang gaya bebas pertama kali dikenalkan oleh Arthur Trudgen. Gaya ini kemudian mulai dikombinasikan dengan gaya kaki yang menendang oleh Richard Cavill pada 1902. Di abad pertengahan, renang termasuk dalam tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang dengan membawa senjata.

Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang dipertandingkan dari rencana semula enam nomor. Masing-masing adalah nomor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade kedua diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1900 dan mempertandingkan nomor 200 m, 1.000 m, 4.000 m, nomor bebas, 200 m gaya dada, dan 200 m nomor beregu.

Persatuan Renang Internasional (Federation Internationale De Natation De Amateur/FINA) dibentuk tahun 1908 semula menetapkan, gaya kupu-kupu adalah variasi gaya dada. Gaya ini baru menjadi gaya terpisah di tahun 1952. Wanita baru diperkenankan ikut pertandingan renang pada Olimpiade 1912 di Stockholm, Belanda.

Gaya bebas, yang kemudian disebut the trudgen, diperkenalkan pada tahun 1973 oleh John Arthur Trudgen, menirunya dari Orang Amerika asli. Renang menjadi bagian dari pertandingan Olympiade modern yang pertama tahun 1896 di Atena. Pada tahun 1902 the trudgen diperbaharui oleh Richard Cavill, menggunakan sentakan mengibas. Pada tahun 1908, asosiasi renang sedunia, Federasi Renang Amatir International (FINA/ Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk. Gaya kupu-kupu pertama kali merupakan variasi dari gaya dada, sampai akhirnya ia diterima sebagai gaya yang terpisah pada tahun 1952.

Era Olimpiade modern setelah tahun 1896

Pertandingan Olimpiade dilangsungkan pada tahun 1896 di Athena. Kompetisi khusus kaum pria (lihat juga renang pada olimpiade musim panas 1896). Enam pertandingan telah direncanakan, namun hanya empat yang betul-betul diselenggarakan: 100 m, 500 m, dan 1200 m gaya bebas dan 100 m untuk pelaut. Medali emas pertama dimenangkan oleh Alfred Hajos dari Hungaria dengan catatan waktu 1:22.20 untuk 100 m gaya bebas.

Hajos juga memenangkan pertandingan 1200 m, dan tidak mampu memenangkannya pada 500 m, dimana dimenangkan oleh Paul Neumann dari Australia. Kompetisi renang lainnya dari 100 m untuk para pelaut termasuk tiga pelaut Yunani di Teluk Zea dekat Piraeus, dimulai dengan perahu dayung. Pemenangnya adalah Ioannis Malokinis dengan catatan waktu dua menit dan 20 detik. Perlombaan 1500 m juga diadakan.

Pada tahun 1897 Kapten Henry Sheffield membuat kaleng penyelamat atau silinder penyelamat, yang sekarang dikenal sebagai alat bantu penyelamat di Baywatch. Bagian ujungnya membuatnya meluncur lebih cepat dipermukaan air, meskipun itu dapat menyebabkan cidera. Pertandingan Olimpiade kedua dilaksanakan di Paris tahun 1900 menampilkan 200 m, 1000 m, dan 4000 m gaya bebas, 200 m gaya punggung, dan 200 m perlombaan beregu (lihat juga Renang pada Olimpiade musim panas tahun 1900).

Ada dua tambahan pertandingan renang yang tidak biasa (meskipun cukup umum pada waktu itu), hambatan pelaksanaan renang di sungai Seine (berenang bersama arus), dan perlombaan renang didalam air. 4000 m gaya apa saja dimenangkan oleh John Arthur Jarvis dengan catatan waktu dibawah satu jam, perlombangan renang Olimpiade terpanjang yang pernah diadakan. Gaya punggung juga diperkenalkan pada pertandingan Olimpiade di Paris, demikian juga halnya dengan polo air. Klub Renang Osborne dari Manchester mengalahkan team klub dari Belgia, Perancis dan Jerman dengan sangat mudah.

Gaya Trudgen dikembangkan oleh guru renang dan perenang Australia keturunan Inggris bernama Richard (Fred, Frederick) Cabill. Seperti Trudgen, dia memperhatikan penduduk asli dari kepulauan Solomon, menggunakan gaya bebas. Namun berbeda dengan Trudgen, dia melihat tendangan mengibas, dan mempelajarinya dengan seksama. Dia menggunakan sentakan mengibas yang baru ini dari pada gaya dada atau tendangan menggunting dari Trudgen.

Dia menggunakan gerakan ini pada tahun 1902 di Kejuaraan Internasional di Inggris untuk menciptakan rekor dunia yang baru dengan berenang di luar gaya yang dilakukan oleh semua perenang Trudgen pada 100 yard dengan catatan waktu 0:58.4 (beberapa sumber mengatakan bahwa itu adalah anaknya dalam catatan waktu 0:58.8). dia mengajarkan gaya ini kepada keenam anaknya, masing-masing nantinya menjadi perenang kejuaraan.

Teknik menjadi dikenal sebagai gaya bebas Australia hingga tahun 1950, ketika ia diperpendek menjadi gaya bebas saja, secara teknik dikenal sebagai front crawl. Olimpiade tahun 1904 di St. Louis meliputi perlombaan 50 yard, 100 yard, 220 yard, 440 yard, 880 yard dan satu mil gaya bebas, 100 yard gaya punggung dan 440 yard gaya dada, dan 4*50 yard gaya bebas beranting (lihat juga renang olimpiade musim panas tahun 1904).

Perlombaan ini membedakan antara gaya dada dengan gaya bebas, sehingga sekarang ada dua gaya yang ditetapkan (gaya dada dan gaya punggung) dan gaya bebas, dimana sebagian besar orang berenang dengan gaya Trudgen. Perlombaan ini juga menggambarkan kompetisi untuk lompat jauh, dimana jarak tanpa berenang, setelah melompat kedalam kolam renang diukur.

Pada tahun 1907 perenang Annette Kellerman dari Australia mengunjungi Amerika Serikat sebagai "penari balet dalam air", versi lain dari penyelarasan renang, menyelam kedalam tangki gelas. Dia ditangkap karena mempertontonkan hal yang tidak sopan, dimana baju renangnya menampakkan lengan, kaki dan leher.

Kellerman merubah baju renangnya menjadi berlengan panjang, celana yang lebih panjang, serta kerah, namun tetap mempertahankan pakaian ketatnya yang menampakkan bentuk tubuh di bawahnya. Dia kemudian membintangi beberapa film, salah satunya tentang kehidupan pribadinya. Pada tahun 1908, asosiasi renang dunia Federasi Renang Amatir Internasional (FINA/Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk.

Seiring dengan perkembangan olahraga renang, renang semakin popular. Penggemar renang semakin bertambah. Bahkan, seringkali anak-anak diajarkan renang pada usia sangat dini.


Manfaat Olahraga Renang

Mungkin semua orang tidak benar benar merasakan dampak atau manfaat dari berenang. Tetapi sebenarnya manfaat olahraga renang ini sangat bagus untuk kesehatan.
1.       Melatih pernafasan
Dengan berenang di dalam air, kita dapat melatih pernafasan. Tidak terasa jika kita melatih pernafasan kita bisa berenang di dalam air dengan jangka waktu yang lama
2.       Menghilangkan stress
Setidaknya jika kita melihat air. Kita akan merasakan ketenangan dari air itu tersendiri. Nah, dengan berenang dengan santai kita dapat menghilangkan stress.




Teknik Dasar Pencak Silat

Kuda-kuda

Kuda-kudaSeperti pada teknik dasar Wing Chun, pencak silat juga memiliki teknik kuda-kuda dan ini adalah teknik yang paling mendasar serta awal. Posisi ini harus dikuasai betul oleh para petarung atau pemain pencak silat dengan berdiri dan siap menghadapi lawan. Untuk sikap kuda-kuda sendiri terdiri dari beberapa jenis.
  1. Kuda-kuda Belakang
Ketika seorang petarung melakukan kuda-kuda belakang, itu artinya posisi harus menumpukan berat badan di bagian kaki belakang. Bagian tumit bisa ditumpukan untuk berpijak supaya tubuh dapat lebh condong ke depan. Sementara itu, kaki bagian depan bisa berjinjit sambil tumit ditapakkan ke permukaan tanah.
  1. Kuda-kuda Depan
Bukan hanya kuda-kuda belakang, melainkan kuda-kuda depan juga perlu untuk dikuasai oleh setiap petarung pencak silat di mana posisi salah satu kaki harus ada di depan dan lainnya berada di belakang sambil diluruskan. Sampingkan kaki belakang dengan arah keluar dan tumpukan berat badan ke arah depan. Badan bisa dalam posisi tegap dan fokus pandangan adalah lurus ke depan.
  1. Kuda-kuda Samping
Petarung dalam melakukan teknik ini bisa memosisikan diri dengan salah satu kaki ditekuk ke samping. Sementara itu, kaki lainnya bisa diluruskan ke arah samping lainnya. Tumpukanlah berat badan di bagian kaki yang Anda tekuk tadi dan tubuh harus juga dalam kondisi tegap supaya pundak lebih segaris atau sejajar dengan kaki.
  1. Kuda-kuda Silang Depan
Pada teknik kuda-kuda silang ke depan, ini adalah teknik gerakan gabungan kuda-kuda depan dan menyamping yang dilakukan pada waktu yang sama. Ketika petarung melakukan kuda-kuda silang depan, bentuknya adalah dengan cara salah satu kaki ditapakkan ke arah depan dan ditekuk.
Kaki tersebutlah yang digunakan sebagai penopang berat badan petarung. Sementara itu, untuk kaki yang lain bisa Anda posisikan melawan arah kaki sebelumnya secara ringan. Yang perlu dilakukan oleh para petarung adalah memosisikan sentuhan ujung jari lain beserta ibu jari ke permukaan tanah selanjutnya.
  1. Kuda-kuda Silang Belakang
Kuda-kuda selanjutnya adalah teknik kuda-kuda silang belakang yang artinya merupakan posisi atau gerakan sebaliknya dari kuda-kuda silang depan. Para petarung bisa melakukannya dengan memosisikan salah satu kaki untuk menopang berat tubuh serta kaki yang lain secara ringan. Hanya bedanya, posisikan badan mengarah ke belakang dengan posisi kaki yang ringan ada di depan sedikit.
  1. Kuda-kuda Tengah
Pada teknik kuda-kuda tengah, yang perlu dilakukan oleh para petarung adalah melebarkan kedua kaki sambil kemudian kaki ditekuk. Tekukan kaki ini bertujuan agar badan bisa lebih rendah. Dengan demikian, berat badan bisa ditumpukan di bagian titik tengah tubuh yang perlu juga untuk dilatih terus-menerus hingga sempurna.

Sikap Pasang
Sikap PasangSikap pasang merupakan teknik dasar lainnya dalam olahraga bela diri pencak silat yang para petarung juga perlu untuk menguasainya dengan baik. Ada 4 sikap yang bisa dilatih secara keras untuk bisa menguasainya secara sempurna. Berikut ini adalah ulasan singkat 4 sikap yang dimaksud:
  1. Pasang Satu – Pasang satu adalah suatu teknik bersikap di dalam pencak silat di mana posisi badan petarung bisa dalam kondisi tegap dan kedua tangan ada di sisi tubuh. Dalam keadaan siap silat, kedua kaki petarung dapat dibuka di mana lebarnya bisa disetarakan dengan lebar bahu.
  2. Pasang Dua – Pasang dua adalah suatu teknik bersikap di dalam pencak silat di mana posisi yang perlu dibentuk oleh petarung dengan badan berposisi tegak sambil membuka kedua kaki yang lebarnya selebar bahu. Tak hanya itu, pastikan untuk posisi kedua tangan dalam kondisi mengepal dan disejajarkan dengan pinggang; ini agak berbeda dengan pasang satu.
  3. Pasang Tiga – Pasang tiga adalah suatu teknik bersikap di dalam pencak silat di mana petarung perlu memasang posisi badan persis seperti ketika melakukan pasang dua dan posisi pastikan untuk senantiasa tegak lurus. Jangan lupa untuk membuka kaki selebar bahu sambil mengangkat tangan yang sejajar dengan mata dan kepalan tangan pastikan untuk dalam kondisi terbuka.
  4. Pasang Empat – Pasang empat adalah suatu teknik bersikap di dalam pencak silat di mana petarung bisa membentuk sikap badan dan juga pandangan mata seperti ketika melakukan sikap pasang tiga. Perbedaannya hanyalah pada bagian tangan yang bisa kita angkat sejajar mata namun dengan posisi silang. Kepalan tangan yang awalnya terbuka bisa dikepalkan.

Pola Langkah

Pola LangkahDi dalam pencak silat, tidak ketinggalan pola langkah pun menjadi teknik dasar yang perlu dilatih dan dikuasai oleh setiap petarung. Ada 6 pola langkah yang perlu untuk dilatih hingga eksekusinya menjadi sempurna, terutama saat pertandingan.
  1. Pola Langkah Lurus – Dalam pencak silat, teknik pola langkah lurus adalah ketika petarung melakukan gerak langkah menciptakan garis lurus. Ketika membentuk garis lurus, hal ini bisa dilakukan saat melangkah maju maupun mundur. Dalam praktiknya, petarung bisa memulainya dari salah satu teknik kuda-kuda yang sudah dibahas sebelumnya, terutama dari kuda-kuda tengah.
  2. Pola Langkah Zig-zag – Dalam pencak silat, pola langkah zig-zag adalah ketika petarung melakukan gerak langkah menciptakan mata gergaji alias zig-zag itu tadi. Dalam praktiknya, petarung bisa memulainya dari sikap pasang lebih dulu di mana pola langkah yang dibentuk kemudian adalah menyerong.
  3. Pola Langkah Huruf S – Dalam pencak silat, pola langkah huruf S bisa dilakukan oleh petarung dengan berdiri dengan posisi titik mengarah sesuai dengan arah yang ditunjukkan. Kaki kanan geser ke arah berat badan yang sedang bertumpu pada kaki kanan yang kemudian dilanjutkan atau disusul dengan kaki kiri. Gerakan pola langkah ini pada dasarnya menggabungkan 3 teknik kuda-kuda yang menciptakan huruf S. Penggunaan kombinasi kuda-kuda di sini antara lain adalah kuda-kuda samping, belakang dna tengah.
  4. Pola Langkah Huruf U – Dalam pencak silat, pola langkah huruf U atau ladam bisa petarung mulai dengan sikap tubuh awal tegak dan menggerakkan kaki ke sisi kanan yang disusul dengan kaki kiri merapat sebelum kaki kiri maju. Tarik kembali kaki dan menutup yang lalu digerakkan ke sisi kiri dan tarik kaki kanan untuk menutup sebelum dilangkahkan ke arah depan. Untuk langkah terakhir, tarik kaki kanan lagi untuk merapat dan membentuk sikap awal.
  5. Pola Langkah Segi Tiga – Dalam pencak silat, pola langkah segitiga ini adalah ketika petarung bergerak membentuk bidang segitiga. Biasanya, teknik ini dilaksanakan dengan memanfaatkan 2 teknik kuda-kuda, yakni kuda-kuda depan dan tengah.
  6. Pola Langkah Segi Empat – Dalam pencak silat, pola langkah segiempat adalah saat petarung bergerak dengan memanfaatkan gabungan kuda-kuda depan dan tengah, mirip dengan langkah segitiga, hanya saja harus dilakukan dengan cara siap kuda-kuda depan lebih dulu. Setelah itu, lakukan gerakan maju menggunakan kuda-kuda tengah dan barulah bisa terbentuk pola langkah segi empat yang dimaksud.

Pukulan

PukulanTeknik memukul juga terdapat pada pencak silat di mana pukulan juga adalah teknik yang ada pada olahraga bela diri lainnya, seperti teknik dasar tinju. Dalam pencak silat, ada 4 macam pukulan yang kiranya bisa menjadi pengetahuan bersama dan dilatih oleh para petarung pemula.
  1. Pukulan Lurus – Dalam pencak silat, pukulan lurus merupakan pukulan yang petarung perlu lakukan dengan mengarahkan salah satu tangan untuk melakukan aksi memukul ke depan. Target utama adalah dada lawan dan pastikan bahwa tangan yang lain melindungi diri sendiri, yaitu bagian perut ke atas.
  2. Pukulan Bandul – Dalam pencak silat, pukulan bandul perlu petarung lakukan dengan cara salah satu tangan diayun dengan mengepalkannya lebih dulu dan ayun ke arah sasaran ulu hati, sedangkan tangan yang lain bertugas menutup ke arah lawan.
  3. Pukulan Melingkar – Di dalam pencak silat, tujuan utama dari gerakan teknik pukulan melingkar satu-satunya adalah menargetkan pinggang lawan. Petarung perlu bergerak mendekati lawan di mana gerakan tubuh dan bahu wajib mendukung.
  4. Pukulan Tegak – Pada pencak silat, gerakan teknik pukulan tegak adalah menargetkan pundak lawan, terutama sisi kanan. Namun sebenarnya juga bisa untuk dipakai menyerang bahu lawan sebelah kiri.

Tendangan

TendanganSetelah membahas teknik pukulan, tentu kita juga perlu tahu bagaimana teknik menendang yang benar di dalam pencak silat. Bila dalam teknik dasar Judo, Taekwondo dan bela diri lainnya kita mengenal ada teknik tendangan, maka pencak silat juga ada.
  1. Tendangan Lurus – Sama seperti jenis pukulan, teknik dasar pada pencak silat juga ada tendangan lurus yang dilakukan ke arah depan. Petarung perlu melakukannya dengan menghentakkan ke arah depan telapak kaki dengan membuatnya sejajar dengan bahu.
  2. Tendangan Samping – Dalam tendangan samping, teknik gerakan yang perlu dikuasai oleh para petarung pencak silat adalah menendang menggunakan punggung kaki.
  3. Tendangan Melingkar – Untuk tendangan satu ini, petarung perlu melakukan tendangan dari arah samping luar lalu mengayunkan tendangan sampai kaki lurus dan menggunakan hentakan punggung kaki.
  4. Tendangan Huruf T – Ada lagi bentuk tendangan huruf T di mana gerakan ini dilakukan petarung dengan tubuh mengarah menyamping dan menggunakan hentakan telapak kaki lalu menendang secara lurus ke depan.

Tangkisan

TangkisanSelain menendang dan memukul, dalam pencak silat juga para petarung perlu tahu dan menguasai bagaimana cara menangkis gerakan serangan lawan. Berikut ini adalah beberapa teknik tangkisan untuk diketahui dan dipelajari.
  1. Tangkisan Luar – Dalam teknik ini, petarung perlu melakukan tangkisan untuk serangan dari luar dan petarung harus memakai tangan sebagai penepis serangan ke arah samping.
  2. Tangkisan Atas – Dalam teknik ini, petarung perlu melakukan tangkisan untuk serangan dari luar yang sasarannya adalah kepala dengan menaruh tangan tepat di atas kepala.
  3. Tangkisan Dalam – Dalam teknik ini, petarung perlu melakukan tangkisan terhadap serangan dari luar dengan cara tangan diletakkan secara sejajar dengan bahu.
  4. Tangkisan Bawah – Dalam teknik ini, petarung perlu melakukan tangkisan terhadap serangan dari luar yang menyerang ke bagian bawah tubuh sambil merendahkan tubuh lalu kemudian tangan diluruskan ke bawah.

Sikap Lainnya

Dalam teknik pencak silat, ada pula teknik yang berkaitan dengan sikap. Para petarung juga sebaiknya melatih sikap-sikap ini karena akan sangat berguna ketika berhadapan dengan lawan dan supaya mampu menyesuaikan dengan situasi maupun gerakan-gerakan sebelumnya.
  1. Sikap Berbaring
Sikap berbaring adalah sikap yang dilakukan petarung ketika hendak bertahan dari serangan lawan.
  • Sikap Miring – Posisi tubuh petarung harus dalam kondisi miring dengan pandangan fokus lurus ke depan sambil salah satu tungkai kaki ditekuk mendekati dada. Kaki lainnya bisa diluruskan juga ke depan, sementara tangan sebagai penopang berat badan dan siku ditaruk pada permukaan lantai di mana tangan lainnya berada di atas paha.
  • Sikap Telentang – Posisi tubuh petarung harus dalam kondisi telentang pandangan juga harus ke atas sambil satu tungkai ditekuk dan tungkai lainnya diluruskan. Satu tangan posisikan di tanah dan siku bisa dibengkokkan, sementara tangan lainnya bisa ada di atas dada.
  • Sikap Telungkup – Posisi tubuh petarung harus dalam kondisi telungkup sambil memandang lurus ke depan. Kedua kaki luruskan dan kedua tangan posisikan menyentuh permukaan lantai sambil membengkokkan siku sampai rapat.
  1. Sikap Duduk
Sikap duduk pada pencak silat biasanya dilakukan dengan kedua kaki ada di tanah dan berat badan ditumpukan seluruhnya pada bagian pinggang.
  • Sikap Sempok – Posisi badan petarung dalam sikap ini harus tegap dan memandang lurus ke arah depan, sementara kedua tungkai posisinya dilipat di bawah bokong dan tungkai lainnya bisa ditekukkan ke atas. Telapak tangan bisa diposisikan di depan dada namun menghadap atas.
  • Sikap Simpuh – Posisi tubuh petarung harus tegap dan memandang lurus ke depan sambil melipat kedua tungkai ke belakang. Rapatkan ujung kaki dan tumit menghadap atas, sementara telapak tangan keduanya diletakkan di atas paha.
  • Sikap Sila – Posisi tubuh petarung harus tegap dan memandang ke depan. Bokong dirapatkan pada lantai dan silangkan kedua kaki di depan tubuh sambil telapak tangan berada di atas lutut.
  • Sikap Duduk – Posisi tubuh petarung harus tegap dan memandang lurus ke depan sambil bokong dirapatkan pada lantai. Kedua tungkai beserta lutut tekuklah dan arah lutut adalah ke depan, sementara itu bengkokkan kedua lengan dengan posisi depan tubuh.
  1. Sikap Jongkok

  • Sikap Jongkok – Posisi tubuh petarung harus tegap sambil memandang lurus ke arah depan. Lalu, bagian tungkai tekuklah di kedua ujung kaki bagian dalam dan angkatlah tumit.
  • Sikap Jengkeng – Posisi tubuh petarung harus tegap dengan pandangan ke depan lurus di mana kaki juga menghadap depan. Tekuklah lutut lalu lutut bersama dengan kaki belakang tumpukan ke atas lantai.




Sumber: https://olahragapedia.com/teknik-dasar-pencak-silat

Kamis, 03 Januari 2019

Belajar 16 Tenses dalam Bahasa Inggris

1. Simple Present Tense

Pada dasarnya, simple present tense merupakan salah satu tenses yang sering digunakan dalam penyusunan kalimat bahasa Inggris. Pasalnya, simple present tense ini dalam penggunaannya dapat berfungsi untuk menyatakan fakta, kebiasaan, dan juga kejadian-kejadiaan yang terjadi pada saat sekarang ini.
Adapun rumus yang dimiliki Simple Present Tense ini relatif simpel yaitu :
S + Verb 1
Contoh penggunaan simple present tense adalah :
  • She is so beautifull
  • He is so Handsome
  • He always works very hard in the oil company

2. Present Continuous Tense

Dalam pengertiannya, present continuous tense ini biasa digunakan untuk menunjukkan sebuah aksi atau kejadian yang sedang terjadi pada saat pembicaraan sedang berlangsung. Selain itu, present continuous tense ini pun juga bisa digunakan untuk membuat suatu rencana di masa depan.
Rumus yang digunakan untuk membentuk kalimat present continuous tense ini adalah :
S + Am/Is/Are + Verb –ing (Continuous Form)
Contoh penggunaan present continuous tense adalah :
  • Look! She is talking with teacher.
  • Talita is driving a motorcycle to Bandung now.
  • The train are arriving in an hour.

3. Present Perfect Tense

Bisa dikatakan, present perfect tense ini adalah sebuah tenses yang fungsinya adalah untuk menunjukkan suatu hasil. Pasalnya, tense yang satu ini dapat digunakan untuk menjabarkan suatu aktivitas ataupun situasi yang telah dimulai di masa lalu, dan telah selesai di masa lalu juga atau masih berlanjut sampai sekarang.
Intinya, present perfect tense ini berfungsi untuk menunjukkan aksi yang masih berlangsung atau baru saja selesai.
Rumus yang digunakan untuk membentuk kalimat Present Perfect Tense adalah sebagai berikut :
S + Has / Have + Verb 3 (Past Participle)
Contoh penggunaan Present Perfect Tense adalah :
  • I’ve read his novel
  • I have lived in Yogyakarta for 5 years
  • He has already finished his Test TOEFL

4. Present Perfect Continuous Tense

Present Perfect Contiunous Tense adalah salah satu tense yang pada penggunaannya memiliki fungsi untuk menjabarkan suatu aksi yang telah selesai di masa lampau, atapun juga bisa untuk menjabarkan suatu aksi yang telah dimulai di masa lalu dan masih terus berlangsung hingga sekarang.
Biasanya, aksi-aksi yang terjabar pada pembentukkan kalimat dengan menggunakan Present Perfect Continuous Tense ini memiliki durasi waktu tertentu dan mempunyai relevansi dengan kondisi yang ada sekarang.
Rumus yang digunakan untuk membentuk kalimat present perfect continuous tense adalah sebagai berikut :
S + Has/Have + Been + Verb -ing (Continuous Form)
Contoh penggunaan present perfect continuous tense adalah :
  • He has been working in the company since 1998.
  • The Baby have been playing a toy for an hour.
  • The construction labors are hungry since they have been removing the material

5. Simple Past Tense

Simple Past Tense ini keterbalikan dari Simple Present Tense, yang mana memiliki fungsi untuk menjabarkan suatu kejadian yang telah terjadi di masa lampau. Jadi, ketika kita hendak membuat cerita masa lalu, kebanyakan kalimat harus disusun dengan menggunakan tense yang satu ini.
Rumus yang digunakan untuk membentuk kalimat Simple Past Tense ini adalah sebagai berikut :
S + Verb 2
Contoh penggunaan Simple Past Tense adalah :
  • Last month, she always met her boyfriend.
  • The party started at 09:00 a.m
  • I sent you a letter yesterday

6. Past Continuous Tense

Tenses yang satu ini sering digunakan untuk menjabarkan bahwa suatu kejadian sedang terjadi di waktu tertentu pada masa lalu. Apabila kita sering membaca sebuah cerita, disitu biasanya ada dua buah kejadian di masa lampau dan satu kejadian yang sedang mengoreksi kejadian yang lain. Nah, kejadian yang sedang dikoreksi itulah yang mengunakan past continuous tense.
Rumus untuk membentuk kalimat Past Continuous Tense ini adalah sebagai berikut :
S + Was/Were + Verb –ing (Continuous form)
Contoh dari penggunaan past continuous tense ini adalah :
  • She was reading when i entered in room.
  • Miyami team was playing basketball all day in yesterday
  • I was sleeping when the motorcycle crashed my home last night

7. Past Perfect Tense

Past Perfect Tense ini digunakan untuk menunjukkan suatu kejadian yang terjadi sebelum waktu tertentu di masa lampau. Pada dasarnya, past perfect tense ini lebih menekankan fakta ketimbang durasi. Jadi intinya, past perfect tense ini pada penggunaannya lebih untuk menyatakan bahwa suatu aksi telah selesai di masa lalu, sebelum aksi lainnya terjadi di masa lalu pula.
Rumus yang digunakan untuk membentuk past perfect tense ini adalah sebagai berikut :
S + Had + Verb 3 (Past Participle)
Contoh dari penggunaan past perfect tense adalah :
  • She broke my heart after i had given everything i have
  • That all i could give to her, before she died last month.
  • When he came last night, the drink had run out

8. Past Perfect Continuous Tense

Sama seperti past perfect tense, penggunaan Past Perfect Continuous Tense ini memiliki maksud untuk mengungkapkan sebuah aksi yang terdai di masa lalu, dan telah selesai pada suatu titik tertentu di masa lalu pula. Hanya saja, tense ini lebih menekankan pada durasi kejadian tersebut.
Rumus yang digunakan untuk membentuk past perfect continuous tense ini adalah sebagai berikut :
S + Had + Been + Verb –ing (Continuous Form)
Contoh dari penggunaan past perfect tense adalah :
  • When the guest came, we had been waiting for an hour
  • He had been standing in front of the door for an hour before it was opened
  • He was annoyed since he had been waiting for 3 hour on the train station

9. Simple Future Tense

Pada dasarnya, simple future tense ini memiliki fungsi untuk menjabarkan suatu aksi di masa yang akan datang dan tidak dapat dipengaruhi oleh aksi-aksi yang lain. Selain itu, simple future tense ini juga bisa digunakan untuk membuat keputusan di masa depan secara spontan ataupun asumsi yang berhubungan dengan masa yang akan datang.
Rumus yang digunakan untuk membentuk Simple Future Tense ini adalah sebagai berikut :
S + Will + Verb 1 (present form)
Atau
S + be (is /are/am) + going to + Verb 1 (present form)
Contoh dari penggunaan simple future tense adalah :
  • He is going to be a writer after he graduate next year.
  • You will win the game online
  • I am going to meet him tomorrow

10. Future Continuous Tense

Fungsi dari future continuous tense ini adalah untuk menunjukkan suatu aksi yang terjadi di waktu tertentu pada masa yang akan datang, dan juga aksi yang pasti akan terjadi dalam waktu dekat di masa depan.
Rumus yang digunakan untuk membentuk Future Continuous Tense adalah sebagai berikut :
S + Will + Be + Verb –ing (Continuous form)
Contoh dari penggunaan future continuous tense adalah :
  • Aldi will be working at the office when you arrive
  • She will be sleeping at 11 p.m
  • She will be delivering the speech to undergraduates at 4 p.m tomorrow afternoon

11. Future Perfect Tense

Menurut fungsinya, future perfect tense ini dapat digunakan untuk mengungkapkan bahwa suatu aktivitas sudah akan selesai pada suatu titik waktu di masa yang akan datang. Intinya, future perfect tense ini menekankan pada aksi yang akan berakhir pada waktu tertentu di masa depan.
Rumus yang digunakan untuk membentuk future perfect tense adalah sebagai berikut :
S + Will + Have + Verb 3 (Past Participle)
Contoh dari penggunaan future perfect tense adalah :
  • He will have left work at 5 p.m
  • I will have finished the homework by the time my father gets home
  • You will have done the same work for 4 years

12. Future Perfect Continuous Tense

Pada hakikatnya, semua jenis perfect continuous tense itu konsepnya hampir sama. Nah, untuk future perfect continuous tense ini pada penggunaannya berfungsi untuk mengungkapkan bahwa suatu aksi akan sudah berlangsung selama sekian lama, pada titik waktu tertentu di masa depan. Intinya, future perfect continuous tense ini merupakan serangkaian aksi yang terjadi sebelum waktu tertentu di masa yang akan datang.
Rumus yang digunakan untuk membentu perfect continuous tense ini adalah sebagai berikut :
S + Will + Have + Been + Verb –ing (Continuous Form)
Contoh dari penggunaan future perfect continuous tense adalah :
  • The Dog will have been sleeping long when you get home
  • She will have ben taking charge of the team for the next hour
  • Chika will have been waiting for three months when the corn is ready to harvest

13. Simple Past Future Tense

Pada intinya, simple past future tense ini digunakan untuk kalimat yang tidak langsung, dimana disitu terdapat perubahan bentuk untuk menyesuaikan dengan rangkaian peristiwa yang ada. Jadi, apabila diambil kesimpulan, simple past future tense ini menyatakan suatu aksi yang akan dilakukan, membuat prediksi, dan membuat janji di masa depan pada saat berada di masa lalu.
Rumus yang digunakan untuk membentuk simple past future tense ini adalah sebagai berikut :
S + Would + Verb 1
Contoh dari penggunaan Simple Past Future Tense ini adalah :
  • He said that he would leave in five days
  • She would forgive you
  • She promised she would give me a box of tiramisu cake

14. Past Future Continuous Tense

Past Future Continuous tense merupakan salah satu bentuk kata kerja untuk menyatkan situasi ataupun aksi imaginer yang sedang berlangsung, apabila kondisi tidak langsungnya terpenuhi. Artinya, past future continuous tense ini menekankan pada serangkaian atau durasi suatu aksi yang terjadi, dan juga bisa digunakan untuk kalimat tidak langsung.
Rumus yang digunakan untuk membentuk past future continuous tense adalah sebagai berikut :
S + Would + Be + Present Participle
Contoh dari penggunaan past future continuous tense adalah :
  • I would be attending the conference if i was in Yogyakarta, but now i’m not in Yogyakarta.
  • I made a promise that i would be doing my homework all day long tomorrow.
  • I would be singing in Indonesian anthem last Sunday.

15. Past Future Perfect Tense

Pada konsepnya, past future perfect tense ini bisa digunakan untuk membicarakan suatu aksi yang tidak terjadi di masa lalu. Namun, ada 3 waktu yang bisa terjadi di masa lalu, dimana hal itu merujuk pada waktu yang akan datang, waktu tertentu di masa lalu, tetapi aksi yang terjadi harus sudah selesai sebelum waktu yang akan datang. Biasanya, past future perfect tense ini digunakan pada kalimat tidak langsung.
Rumus yang digunakan untuk membentuk past future perfect tense adalah sebagai berikut :
S + Would / Should + Have + Verb 3 (Past Participle)
Contoh dari penggunaan past future perfect tense adalah :
  • If you had saved our diamond and foreign currency in a safety deposit box, they wouldn’t have gone
  • She told the students that they should have finished the homework this morning.
  • I should have seen Ariel Noah if i had come earlier.

16. Past Future Perfect Continuous Tense

Banyak yang bilang, Past Future Perfect Continuous Tense adalah salah satu jenis tense yang cukup sulit. Memang, tapi bukan berarti tidak bisa dipelajari. Pada konsepnya, past future perfect continuous tense ini adalah salah satu bentuk kata kerja untuk menyatakan sebuah aksi atau situasi imaginer sedag berlangsung, pada titik tertentu atau selama periode tertentu di masa lampau.
Rumus yang digunakan untuk membentuk past future perfect continuous tense adalah sebagai berikut :
S + Would/ Should + Have + Been + Present participle
Contoh dari penggunaan past future perfect continuous adalah :
  • By last Saturday, i should have been sailing for four days
  • At this time yesterday, Dicky would have been studying for three hours
  • I heard that you should have been teaching here for ten years by this August.



sumber: https://squline.com/belajar-16-tenses-dalam-bahasa-inggris/

kepemimpinnan

Pengertian pemimpin
Suradinata (1997:11) berpendapat bahwa pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi fikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Sedangkan kepemimpinan adalah merupakan suatu kemampuan yang melekat pada diri seorang yang memimpin yang tergantung dari macam-macam faktor, baik faktor intern maupun faktor ekstern. Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi "LEADER", yang mempunyai tugas untuk LEAD anggota di sekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah:
1. Loyality, seorang pemimpin harus mampu membangkitkan loyalitas rekan kerjanya dan memberikan loyalitasnya dalam kebaikan..
2. Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan pada rekan-rekannya.
3. Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada.
4. Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya.
Teori Kepemimpinan
Tiga teori yang menjelaskan munculnya pemimpin adalah sebagai berikut (Kartono, 1998:29) :
1. Teori Genetis menyatakan sebagai berikut :
  • Pemimpin itu tidak dibuat, akan tetapi lahir jadi pemimpin oleh bakat-bakat alami yang luar biasa sejak lahirnya.
  • Dia ditakdirkan lahir menjadi pemimpin dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga, yang khusus.
  • Secara filsafat, teori tersebut menganut pandangan deterministis.
2. Teori Sosial (lawan Teori Genetis) menyatakan sebagai berikut :
  • Pemimpin itu harus disiapkan, dididik, dan dibentuk, tidak terlahirkan begitu saja.
  • Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
3. Teori Ekologis atau Sintetis (muncul sebagai reaksi dari kedua teori tersebut lebih dahulu) menyatakan sebagai berikut: Seseorang akan sukses menjadi pemimpin bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, dan bakat-bakat ini sempat dikembangkan melalui pengalaman dan usaha pendidikan; juga sesuai dengan tuntutan lingkungan/ekologisnya.
Kelebihan Pemimpin
Menurut Stogdill dalam Lee (1989), menyatakan bahwa pemimpin itu harus memiliki beberapa kelebihan, yaitu :
1. Kapasitas: kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan berbicara atau verbal facility, keaslian, kemampuan menilai.
2. Prestasi (Achievement) : gelar kesarjanaan, ilmu pengetahuan, perolehan dalam olah raga, dan atletik, dan sebagainya.
3. Tanggung Jawab : mandiri, berinisiatif, tekun, ulet, percaya diri, agresif, dan punya hasrat untuk unggul.
4. Partisipasi : aktif, memiliki sosiabilitas tinggi, mampu bergaul, kooperatif atau suka bekerjasama, mudah menyesuaikan diri, punya rasa humor.
5. Status : meliputi kedudukan sosial ekonomi yang cukup tinggi, populer, tenar.
Kemudian, dalam Islam seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni;
1. Siddiq (jujur) sehingga ia dapat dipercaya;
2. Tabligh (penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi;
3. Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya;
4. Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.
Gaya Kepemimpinan
Selanjutnya Ishak Arep dan Tanjung (2003:23) menyatakan bahwa dalam mencapai tujuan sebagaimana telah dikemukakan diatas, yakni untuk dapat menguasai atau mempengaruhi serta memotivasi orang lain, maka dalam penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia lazimnya digunakan 4 (empat) macam gaya kepemimpinan, yaitu :
1. Democratic Leadership adalah suatau gaya kepemimpinan yang menitikberatkan kepada kemampuan untuk menciptakan moral dan kemampuan untuk menciptakan kepercayaan
2. Dictatorial atau Autocratic Leadership, yakni suatu gaya leadership yang menityikberatkan kepada kesanggupan untuk memaksakan keinginannya yang mampu mengumpulkan pengikut-pengikutnya untuk kepentingan pribadinya dan/atau golongannya dengan kesediaan untuk menerima segala resiko apapun.
3. Paternalistic Leadership, yakni bentuk antara gaya pertama (democratic) dan kedua (dictatorial) di atas. Yang pada dasarnya kehendak pemimpin juga harus berlaku, namun dengan jalan atau melalui unsur-unsur demokratis. Sistem dapat diibaratkan diktator yang berselimutkan demokratis.
4. Free Rein Leadership, yakni salah satu gaya kepemimpinan yang 100% menyerahkan sepenuhnya seluruh kebijakan pengoperasian Manajemen Sumber Daya Manusia kepada bawahannya dengan hanya berpegang kepada ketentuan-ketentuan pokok yang ditetapkan oleh atasan mereka.
Tipe Kepemimpinan
Tipe pemimpin yang dikemukakan oleh W.J. Reddin dalam What Kind of Manager  yang disunting oleh Wajosumidjo (Dept. P & K, Pusat Pendidikan dan Latihan Pegawai, 1982), yaitu:
1. Berorientasikan tugas (task orientation)
2. Berorientasikan hubungan kerja (relationship orientation)
3. Berorientasikan hasil yang efektif (effective orientation)
Berdasarkan ketiga orientasi tipe pemimpin tersebut maka terdapat delapan tipe kepemimpinan,yaitu :
1. Tipe Deserter (Pembelot) Sifatnya : bermoral rendah, tidak memiliki rasa keterlibatan, tanpa pengabdian, tanpa loyalitas dan kekuatan, sukar diramalkan.
2. Tipe Birokrat Sifatnya : correct, kaku, patuh pada peraturan dan norma-norma; ia adalah manusia organisasi yang tepat, cermat, berdisiplin, dan keras.
3. Tipe Misionaris (Missionary) Sifatnya : terbuka, penolong, lembut hati, ramah tamah.
4. Tipe Developer (Pembangun) Sifatnya : kreatif, dinamis, inovatif, memberikan/melimpahkan wewenang dengan baik, menaruh kepercayaan pada bawahan.
5. Tipe Otokrat Sifatnya : keras, diktatoris, mau menang sendiri, keras kepala, sombong. Bandel.
6. Benevolent Autocrat (otokrat yang bijak) Sifatnya : lancar, tertib, ahli dalam mengorganisir, besar rasa keterlibatan diri.
7. Tipe Compromiser (kompromis) Sifatnya : plintat plintut, selalu mengikuti angin tanpa pendirian, tidak mempunyai keputusan, berpandangan pendek dan sempit.
8. Tipe Eksekutif Sifatnya : bermutu tinggi, dapat memberikan motivasi yang baik, berpandangan jauh, tekun.

sumber: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/7018/Pemimpin-dan-Kepemimpinan-Kita.html