Mengangulangi Bencana

Kamis, 27 Desember 2018

LANGKAH-LANGKAH MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI


Lalu, jika suatu hari gempa bumi dan tsunami benar-benar terjadi, apa yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan diri?
Hampir serupa dengan langkah antisipasi menghadapi gunung meletusyang pernah Mojok bahas, tentu kita perlu menghafalkan jalur penyelamatan, termasuk letak Posko Bencana dan SAR, serta menyediakan persiapan air, makanan, hingga perlengkapan P3K.
Lebih lanjut, dilansir dari situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat beberapa langkah yang bisa kita lakukan saat gempa bumi dan tsunami benar-benar terjadi secara mendadak:
Pertama, kalau kamu berada di dalam rumah/bangunan, kamu harus:
1. tidak bersikap panik, tidak berlari ke luar. Carilah meja atau tempat tidur, lalu berlindunglah di bawahnya. Lakukan hal ini meskipun kamu berada di ruangan dengan banyak orang. Ingat, jangan berdesakan;
2. tetap melindungi kepala dengan bantal maupun benda lain jika tidak ada meja atau tempat tidur;
3. menghindari benda-benda ‘dengan risiko’, seperti rak buku, lemari, hingga jendela kaca;
4. waspada terhadap langit-langit rumah atau benda yang tergantung di tembok—umumnya mereka memiliki risiko runtuh;
5. keluarlah menuju tempat terbuka menggunakan tangga darurat.
Kedua, kalau kamu berada di luar rumah/ruangan, kamu harus:
1. menjauhi bangunan tinggi, tembok, tiang/pusat listrik, papan reklame, serta pohon;
2. mencari tempat terbuka, misalnya lapangan;
3. menghindari benda-benda ‘dengan risiko’, seperti rak hingga jendela kaca.
Ketiga, kalau kamu berada di atas/dalam kendaraan, kamu harus:
1. menghentikan kendaraan;
2. menghindari tempat-tempat tertentu, seperti di bawah jembatan (baik jembatan penyeberangan maupun jembatan layang).
Keempat, jika kamu berada di alam terbuka, kamu harus:
1. menghindari lereng dan jurang, serta bersikap waspada terhadap reruntuhan batu atau tanah longsor (jika kamu berada di kawasan pegunungan);
2. pindah ke daerah yang lebih tinggi untuk menghindari potensi tsunami (jika kamu berada di kawasan pantai).
Lalu, bagaimana jika gempa yang kamu rasakan memang benar-benar berpotensi tsunami? Setidaknya, berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu persiapkan:
1. jangan panik. Ini penting;
2. ikuti arah jalur evakuasi tsunami atau pergi ke tempat yang lebih tinggi. Ingat, gelombang tsunami bisa mencapai 24 meter;
3. perhatikan selalu keadaan di sekitar lautan/pantai. Jika air laut surut dari batas normal, tsunami mungkin terjadi. Jangan ragu untuk memperingatkan orang-orang;
4. jangan jadikan gelombang tsunami sebagai tontonan. Please deh, kalau gelombang tsunami bisa kita lihat, berarti kita sedang ada di kawasan yang berbahaya;
5. jika tidak memungkinkan pergi ke dataran tinggi, carilah gedung dengan konstruksi yang kuat dan bertingkat. Pergilah ke lantai yang paling aman (setidaknya lantai 3) untuk menyelamatkan diri;
6. jika kamu ikut terhanyut oleh gelombang, hindari bersikap panik dan carilah benda terapung yang bisa digunakan sebagai rakit, seperti batang pohon;
7. hindari meminum air laut, usahakan badanmu tetap berada di permukan air untuk bernapas;
8. bertahanlah di atas atap rumah jika gelombang tsunami membawamu ke sana. Tetaplah tenang dan tunggu air surut;
9. jika memungkinkan, kenakanlah jaket hujan.
Yang tak kalah penting, setelah gempa bumi dan tsunami terjadi, kamu bisa lakukan hal-hal berikut:
1. menggunakan pelindung kaki agar terlindungi dari puing akibat gempa,
2. selamatkan anak-anak, wanita, dan manula ke tempat yang lebih aman,
3. hindari benda yang memiliki risiko api/kebakaran, termasuk jaringan listrik yang roboh atau kabel yang terbuka,
4. periksa jalur pipa gas, lalu tangani jika ada kebocoran,
5. jauhi reruntuhan yang ada di dalam genangan air,
6. ikuti informasi terkini dan panduan dari pihak berwenang, serta
7. utamakan keselamatanmu dan orang-orang di sekitar, bukannya barang-barang!

Sumber: https://mojok.co/red/ulasan/pojokan/langkah-langkah-menghadapi-gempa-bumi-dan-tsunami/

Penanggulangan Banjir

Pengertian Banjir, Penyebab, Dampak, Cara Menanggulangi|Secara Umum, Pengertian Banjir 

banjir adalah fenomena alam yang terjadi di kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Sedangkan secara sederhana, banjirdidefinisikan sebagai hadirnya air suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Berdasarkan SK SNI M-18-1989-F (1989) dalam Suparta 2004, bahwa banjir adalah aliran air yang relatif tinggi, dan tidak tertampung oleh alur sungai atau saluran. 

Macam-Macam Banjir

Macam-Macam Banjir - Terdapat berbagai macam banjir yanng disebabkan dari berbagai macam hal antara lain sebagai berikut...
  • Banjir Air, adalah banjir yang biasa terjadi. Penyebab banjir air adalah meluapnya air di sungai, danau, atau diselokan sehingga air akan naik menggenangi daratan. Pada umumnya banjir air disebabkan dari hujan terus-menerus yang membuat sungai, danau atau selokan tidak dapat menampung air.
  • Banjir Bandang, adalah banjir yang mengangkut air dan lumpur. Banjir bandang sangat berbahay karena tidak menyelamatkan diri. Banjir bandang dapat menghayutkan apapun, karena itu daya rusaknya sangat tinggi. Banjir tersebut biasanya terjadi di area pegunungan yang tanah pegunungan seolah longsor karena air hujan ikut terbawa air ke daratan yang lebih rendah. Umumnya banjir bandang menghayutkan pohon-pohon atau batu-batuan berukuran besar yang dapat merusak pemukiman warga yang berada di sekitar pegunungan.
  • Banjir Lumpur, adalah banjir yang mirip banjir bandang tetapi lumpur tersebut keluar dari dalam bumi dan mengenangi daratan. Lumpur tersebut juga mengandung bahan dan gas kimia yang berbahaya.
  • Banjir Rob (Laut Pasang), adalah banjir yang disebabkan oleh pasang air laut. Banjir rop biasanya melanda kota muara baru di jakarta. Air laut yang pasang umumnya akan menahan air sungai yang sudah menumpuk, akhirnya mampu menjebol tanggul dan menggenangi daratan.
  • Banjir Cileunang, adalah banjir yang miri dengan banjir air namun banjir cileunang disebabkan dari hujan yang sangat deras dengan debit air yang sangat banyak. Terjadinya banjir cileunang sangat cepat karena hujan yang sangat deras sehingga dalam waktu yang cepat, banjir cileunang akan tiba-tiba terjadi. 

Penyebab Terjadinya Banjir

Penyebab Terjadinya Banjir - Banjir dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain sebagai berikut... 
1. Penyumbatan aliran sungai ataupun sekolah sering membuang sampah di sungai
Masyarakat beranggapan dengan tingkah lakunya karena jika sampah dibakar, maka akan menyebabkan polusi udara dan bau tidak sedap. Sehingga masyarakat mengambil jalan pintas tanpa memikirkan sebab dan akibatnya. Penyumbayatan yang terjadi karena sedimentasi atau pengendapan area hilir sungai yang dapat mengurang kemampuan sungai dalam menampung air.
2. Curah hujan yang tinggi 
Curah hujan yang relatif tinggi dapat menyebabkan sungai tidak dapat menampung volume air yang dapat melampau kapasitas.
3. Pendirian rumah di sepanjang sungai
Masyarakat yang mendirikan rumah di pinggir sungai biasanya mengurangi lebar sungai. Dengan berkurangnya lebar sungai dapat menyebabkan sirkulasi air tidak optimal. 
4. Penggundulan hutan 
Sikap manusia yang berfikir singkat tanpa berfikir kedepannya sebelum bertindak, menyebabkan manusia bertindak sewenang-wenang terhadap lingkungan. Tindakan tersebut berupa penebangan hutan yang tidak menggunakan sistem tebang pilih. Akibatnya tidak ada pohon untuk menyerap air sehingga air mengalir tanpa terkendali.
5. Sedikitnya daerah serap 
Di zaman modern, daerah resapan cenderung ditemukan. Khususnya di daerah perkotaan yang pada dasarnya sangat rentan terhadap banjir, mengingat kondisi kota yang berada di dataran rendah. Daerah serap justru banyak tertutup dengan aspal ataupun pembetonan sehingga air tidak dapat meresap ke dalam lapisan tanah. 

Dampak Yang Ditimbulkan Adanya Banjir

1. Menimbulkan korban jiwa 
Hal ini disebabkan dari arus air yang terlalu deras sehingga banyak penduduk yang hanyut terbawa arus
2. Rusaknya areal pertanian 
Banjir mampu menenggelamkan areal sawah yang merugikan bagi para petani dan kondisi perekonomian negara menjadi terganggu. 
3. Rusaknya sarana dan prasarana
Air yang menggenang memasuki partikel pada dinding bangunan, jika dinding tidak mampu menahan kandungtan air maka dinding akan mengalami retak dan akhirnya jebol. 
4. Hilangnya harta benda
Banjir dengan aliran yang berskala besar dapat menyeret apapun baik itu meja, pakaian, kursi, kasur, mobil, motor dan lain-lain.
5. Sebagai bibit penyakit
Penyakit yang dapat ditimbulkan adanya banjir adalah gatal-gatal, Demam berdarah, dan banjir membawa kuman sehingga penyebaran penyakit sangat besar.

Cara Menanggulangi Banjir

Cara Menanggulangi Banjir -  Untuk menanggulangi terjadinya banjir, maka dibutuhkan cara penanggulangan antara lain sebagai berikut...
1. Pengoptimalan sungai ataupun selokan
Sungai atau selokan sebaiknya dipelihara dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Sungai ataupun selokan untuk tidak digunakan untuk membuang sampah atau tempat pembuangan sampah. Kebersihan dan deras arusnya harus di pantau setiap bukan hanya mengamati jika terjadi banjir.
2. Larangan pembuatan rumah penduduk di sepanjang sungai
Tanah di pinggiran sungai tidak seharusnya digunakan untuk pemukiman penduduk karena menyebabkan banjir dan tatanan masyarakat tidak teratur.
3. Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi
Pohon yang telah ditebang sebaiknya ada penggantinya. Menebang pohon yang telah berkayu kemudian di tanam kembali tunas pohon yang baru. Hal ini ditujukan untuk regenerasi hutan dengan tujuan hutan tidak menjadi gundul.
4. Mempergunakan alat pendeteksi banjir sederhana
Agar dapat mengetahui datangnya banjir diperlukan alat yang mendeteksi banjir yang sederhana yang masyarakat dapat mengetahui cara pembuatnya.

sumber: http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-banjir-penyebab-dampak-cara.html

Apa yang harus dilakukan dalam menghadapi tsunami?

Sebelum tsunami

  • Kenalilah tanda-tanda terjadinya tsunami. Tsunami biasanya didahului oleh gempa besar yang paling tidak berkekuatan 6,5 skala richter. Sebelum gelombang tsunami datang, air laut akan surut melewati garis pantai normal dan biasanya akan tercium juga aroma garam yang menyengat.
  • Jika Anda tinggal di tepi pantai, ketahuilah jalur evakuasi ke tempat yang aman jika tsunami terjadi. Seperti jalur tercepat ke tempat tinggi yang tidak terjangkau oleh gelombang tsunami atau pilihlah gedung tinggi (minimal 3 lantai) dengan kontruksi yang kuat.
  • Waspadalah selalu karena bencana tsunami akan datang secara tiba-tiba.

Saat tsunami datang

  • Janganlah panik. Anda harus bertindak cepat saat tsunami datang. Kepanikan akan menghambat Anda untuk berpikir dengan jernih dalam mencari jalan keluar.
  • Bergeraklah sesuai dengan jalur evakuasi tsunami. Jika Anda tidak mengetahui jalur evakuasi, bergeraklah ke tempat yang lebih tinggi (ingat ketinggian genangan air akibat gelombang tsunami bisa mencapai 24 meter).
  • Jika Anda yakin bahwa tanda-tanda yang Anda temui adalah tanda-tanda terjadinya gelombang tsunami, peringatkan semua orang. Ajaklah keluarga dan orang-orang sekitarmu ikut menyelamatkan diri.
  • Jika tidak menemukan dataran tinggi, carilah gedung yang konstruksinya kuat. Paling tidak terdiri atas tiga lantai. Jangan pilih gedung yang kelihatan rapuh dan tua. Berlindunglah di lantai yang aman, dan tunggu hingga keadaan membaik.
  • Jika gelombang tsunami menghanyutkan Anda, carilah benda-benda terapung yang dapat dijadikan rakit, misalnya batang pohon. Usahakan tidak meminum air laut dan tetep di permukaan air untuk bernapas.
  • Jika gelombang membawa Anda ke tempat yang tinggi, misalnya atap rumah, cobalah bertahan di situ dan tunggu hingga air surut dan keadaan tenang.

Setelah gelombang tsunami

Kepanikan dan kesedihan akan mewarnai sekitar kita setelah tsunami melanda. Janganlah larut dalam suasana itu, usahakan untuk tetap tenang dan kuatkan hati Anda untuk menghadapi kenyataan. Setelah air surut, Anda mungkin berniat untuk kembali ke rumah, namun ikuti imbauan regu penyelamat dan jangan melewati jalan-jalan yang rusak.
Jika Anda telah sampai di rumah, jangan langsung masuk. Waspadai jika ada bagian rumah yang roboh atau lantai yang licin. Jangan lupa mengecek anggota keluarga Anda satu per satu. Hindari instalasi dan kabel listrik untuk menghindari sengatan listrik.
Sesudah bencana tsunami banyak orang yang mengalami tekanan fisik maupun mental. Berikanlah dukungan pada keluarga dan teman-teman Anda, terutama yang melangami banyak penderitaan, pengalaman mengerikan dan kehilangan. Jagalah kesehatan Anda sendiri dengan pola makan yang baik dan istirahat yang cukup, sehingga Anda dapat membantu orang lain.

sumber :  https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/menghadapi-tsunami/